Trio Teknologi Pertanian yang Tak Boleh Dilewatkan di Tahun 2024, Salah Satunya Drone

0
pertanian digital berbasis drone

(Gambar drone pertanian penyemprotan milik Terra Agri)

Seiring dengan pertumbuhan populasi dunia terus berkembang, sektor pertanian sedang berada di bawah tekanan. Pada saat yang sama, industri diminta untuk memproduksi lebih banyak makanan dengan sumber daya yang lebih sedikit serta tidak merusak lingkungan. Setidaknya, petani di seluruh dunia perlu memberi makan 9,1 miliar orang pada tahun 2050. Ini adalah tantangan besar, namun dapat diatasi dengan bantuan teknologi.

Sebetulnya, teknologi bukan hal baru untuk meningkatkan hasil panen dan ternak mereka. 

Misalnya, Inggris mengembangkan tenaga pertanian digerakkan oleh traktor bertenaga uap pada tahun 1840. Lalu, Amerika pada tahun 1889, traktor bertenaga mesin bensin dikembangkan. Pada tahun-tahun berikutnya, manusia terus mengembangkan teknologi untuk mempermudah dan mempercepat proses pertanian. Lalu, seberapa efektif teknologi dapat digunakan saat ini di sektor pertanian?

Keunggulan Teknologi Pertanian 

1. Teknologi dapat membantu petani menurunkan CO2

Salah satu masalah lingkungan yang paling signifikan adalah polusi atau Karbon Dioksida (CO2). Sementara itu, tanaman dapat menyumbangkang emisi karbon yang besar. CO2 dihasilkan saat tanaman mati. Sebagian CO2 dilepaskan ke udara, dan sebagian lagi terperangkap di bawah tanah. Namun, petani dapat mengurangi emisi karbon pertanian menggunakan penangkapan karbon tanah yang tepat dan praktik pertanian berkelanjutan.

2. Teknologi mengakses area yang tidak terjangkau

Perkebunan skala besar yang dikelola oleh perusahaan atau pemerintah memiliki tantangan logistik, termasuk dalam proses penanaman dan pemanenan. Selain itu, banyak perkebunan skala besar yang terletak di daerah terpencil dengan akses yang sulit sehingga membutuhkan transportasi khusus untuk menjangkaunya.

3. Mengurangi kelebihan pupuk dan air

Pada pertanian konvensional, banyak petani yang menggunakan bahan kimia secara berlebihan. Hal ini dapat menyebabkan penurunan kesuburan tanah dan pencemaran lingkungan. Sebaliknya, pertanian presisi menggunakan teknologi memungkinkan petani membuat keputusan yang lebih tepat tentang kapan dan di mana menyemprotkan pupuk, mengarah pada penggunaan yang lebih terarah dan efisien.

Baca Juga :  Kenalan dengan Biometrik: Teknologi Mutahir yang Terus menjadi Dekat dengan Kita

Proyeksi teknologi pertanian modern tahun 2024

Untuk menjawab tantangan keberlanjutan di bidang pertanian, saatnya petani beralih ke teknologi. Tapi pada saat yang sama, sulit untuk memprediksi teknologi mana yang akan digunakan dalam pertanian pada tahun 2024, karena teknologi akan terus berkembang dan inovasi terus dikembangkan. Namun, beberapa teknologi baru kemungkinan akan diadopsi oleh petani pada tahun-tahun mendatang, mulai dari drone hingga AI hingga rekayasa genetika.

Drone

Indonesia, negara  Asia Tenggara penghasil produk pertanian, telah aktif mendorong pertanian digital berbasis drone dan IT. Permintaan drone Indonesia relatif tinggi dalam enam tahun terakhir. Namun, total pasar untuk semua sektor tidak hanya pertanian telah meningkatkan pendapatan sebesar 7,57% menjadi $52 juta pada tahun 2020 dari $48,34 juta pada tahun 2019. Secara global, pasar drone pertanian diproyeksikan mencapai $5,89 miliar pada tahun 2030.

Drone menjadi alat pertanian modern yang paling unggul. Salah satu perusahaan drone terkenal di Indonesia adalah Terra Agri. Terra Agri adalah cabang layanan pertanian dari Terra Drone Corporation. Terra Agri menawarkan teknologi kecerdasan tanaman dan sistem kontrol perkebunan untuk memantau kondisi lokasi, memanfaatkan informasi dari udara dan tanah, termasuk topografi, kesehatan tanaman, kualitas tanah, curah hujan, dan aktivitas operasi pertanian. Fokus mereka adalah digitalisasi proses pertanian menggunakan teknologi drone untuk penyemprotan dan pemetaan yang efisien di seluruh siklus pertanian dan panen. 

AI (Kecerdasan Buatan)

AI dapat menganalisis sejumlah besar data yang dikumpulkan dari sensor dan drone untuk mengoptimalkan praktik pertanian. Teknologi ini memungkinkan petani memprediksi kapan hama akan muncul, mengidentifikasi area lahan yang kurang subur, dan banyak lagi.

Rekayasa genetika

Rekayasa genetika adalah cara untuk mengubah gen makhluk hidup untuk memberi mereka sifat atau karakteristik baru. Petani dapat menggunakan teknik rekayasa genetika untuk membuat tanaman lebih tahan terhadap hama, penyakit, dan tekanan lingkungan seperti kekeringan atau suhu ekstrem.

Baca Juga :  Wikipedia: Dunia Pengetahuan yang Bisa Diakses Siapa Saja

Kesimpulan

Sektor pertanian memiliki banyak aplikasi potensial yang dapat meningkatkan efisiensi dan hasil. Peternakan skala besar dan kecil yang dibantu oleh pemangku kepentingan dapat menggunakan alat otomasi seperti drone dan IoT untuk merampingkan penanaman dan pemanenan. Dengan berinvestasi pada teknologi baru, sektor pertanian dapat mengatasi beberapa tantangannya dan meningkatkan produktivitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *